Masih hidup ini adalah salah satu lukisan paling khas Van Gogh. Itu ditulis pada Oktober 1885. Ada asumsi bahwa lukisan itu dibuat setelah mengunjungi State Museum di Amsterdam, di mana seniman muda itu sangat terkesan dengan karya Rembrandt van Rijn dan Frans Hals. Pengaruh lukisan-lukisan para empu ini dapat dilihat dengan jelas dalam gambar ini, khususnya sistem warnanya, komposisi dan gaya penulisan yang luas dan energetik.
Dalam gambar itu, Van Gogh menggambarkan sebuah Alkitab, dan di sebelahnya ada sebuah buku kecil dengan novel karya penulis Prancis Emile Zola. Alkitab pernah menjadi milik ayah seniman, yang adalah seorang imam. Halaman-halamannya kontras dan jelas menonjol dengan latar belakang yang gelap. Alkitab terlihat menyeluruh dan hampir monumental, menempati sebagian besar kanvas. Mungkin inilah yang ingin ditekankan oleh Van Gogh tentang soliditas dan kekekalan iman, serta signifikansinya bagi ayah dan dirinya sendiri.
Alkitab sepenuhnya menyerap perhatian pemirsa, dan karena itu sebuah buku kecil tidak segera diperhatikan. Seniman tersebut menggambarkan sampul kuning kesayangannya yang compang-camping. Emil Zola adalah salah satu penulisnya yang paling dihormati. Van Gogh sangat menghargai sastra Prancis kontemporer, menganggapnya sebagai semacam kitab kehidupan.
Berbeda dengan kedua buku itu, Van Gogh mengungkapkan perbedaan antara pandangan ayahnya dan pandangan dunianya. Tetapi, setelah membangun komposisi sedemikian rupa untuk membuat kitab Zola praktis tidak terlihat, ia menunjukkan rasa hormatnya terhadap iman.